Tanjung Redeb, Berau.

image

Kota baru, kesan pertama masuk Tj. Redeb itu sepi, berdebu, terik, kota tambang, pintu masuk yang gersang dengan deretan pohon yang kelihatannya tersiksa. Disamping itu sangat asing dan sangat mengundang untuk d jelajahi. Kota kecil ini dilintasi sungai kelai, tepian sungai ini sangat ramai kalo udah malem. Aneka jajanan malem selalu jadi magnet keramaian warga lokal. Mau parkir motor atau mobil bebas, tenang, dan damai, enggak ada mafia parkir kaya di Jakarta. Tingkat kejahatan juga minim di kota ajaib ini. Kenapa ajaib? Karena walaupun penduduk sini punya pendapatan lbh besar dari pendapatan rata-rata Jakarta, tapi juga berbanding lurus sama tingginya harga makanan. Hal menarik lainnya adalah kota ini cukup bersih, dan kalo liat ke horizon itu plong bgt, datarannya rata, enggak ada tuh gunung2 tinggi kaya di jawa. Flat. Gw di kota ini sekitar seminggu, ngapain aja? Mulai dari ngurus surat izin penelitian yang berliku – beli cabe Rp 10.000 dapet cuma 7 butir.
Overall di sini punya banyak kenangan buat gw. Perjalanan ini selalu gw nikmatin, entah itu pait ataupun sepet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s