Desa Lenggo.

wpid-1363485425183.jpg

Menurut gugel dan beberapa referensi lain, musafir adalah orang yang melakukan perjalanan di muka bumi. Berikut ini merupakan sepicut kisah seorang musafir yang mengarungi sedikit wilayah Borneo Rainforest.

Setelah perjalanan panjang dari Tanjung Redeb, akhirnya gw bersama sekelompok orang tiba di Desa Lenggo. Ketika itu pas banget adzan magrib, gelitik hujan rintik-rintik membuat kami dengan segera nge-gotong tas dan keperluan logistik kedalem penginapan. Suara kegaduhan menyelimuti desa sepanjang malam, maklum beberapa penduduk menggunakan generator diesel buat penerangan. Iya bener banget lokasi ini emang terpencil, bahkan enggak ada di googlemap versi terbaru, PLN belum masuk, dan sinyal provider komunikasi yang pasang-surut. Tepat jam 00:00 WITA suasana mendadak hening dan terganti sama nada-nada tinggi jangkrik, waktunya tidur.

Pagi di Lenggo terasa dingin, waktu itu mendung banget hampir-hampir hujan lebat. Tapi kondisi cuaca kaya gini enggak sedikitpun menggerus semangat! \m/ . Pagi itu gw bersama seorang kawan dari TF (Turtle Foundation) langsung belanja sayur mayur, ayam hidup, telur, biskuit, gula, beras, dan keperluan logistik lain. Buat apa? iya ini semua buat bekal hidup di Pulau kecil tujuan kami hari ini yang sunyi tanpa penduduk, tanpa sinyal, tanpa listrik. Keranjang belanja udah lebih dari penuh, kami langsung menuju speedboat di pelabuhan mini. Setelah beberes, see you lenggo village.

Pelabuhan Lenggo

Pelabuhan Lenggo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s