Strength.

Image

Advertisements

Tujuan.

A-bad-attitude-is-like-a-flat-tire-you-cannot-go-anywhere-without-changing-it.

Perlakuan buruk yang kita alami mungkin adalah buah dari sikap-sikap negatif yang telah lama kita tinggalkan. Kita dihadapkan pada situasi ini pasti ada maksud dan tujuan dari Allah SWT. Dia ingin kita samakin yakin dan konsisten (istiqamah) untuk tidak mengulangi kembali hal-hal buruk yang pernah kita lakukan.

Maha Besar Allah dan Dia adalah sebaik-baiknya penguat hati manusia :’)

Kita hanya perlu memfokuskan pikiran pada hal-hal yang baik, berprasangka yang baik. Bantuan Allah itu Maha Dekat. Insyaallah

Renungan.

Suatu hari ada seorang mahasiswa yang ditimpa banyak sekali suatu pilihan yang mengharuskannya memilih keputusan. Keputusan tersebut merupakan keputusan yang mempengaruhi dirinya, keluarganya, dan teman-temannya. Sebelum memutuskan, dengan sabar dia berfikir, menenangkan diri, berdoa, lalu mulai mendeskripsikan permasalahan tersebut. Setelah mendeskripsikan dia mengembangkan deskripsi tersebut menjadi beberapa alternatif pilihan yang mungkin bisa diambil, lalu dari setiap pilihan alternatif tersebut dijabarkan kemungkinan-kemungkinan yang diasumsikan akan terjadi. Lalu merenungi kembali informasi tersebut, pikirannya menseleksi, memilah mana yang terbaik. Lalu langkah akhir ialah mendengarkan intuisinya (kata hati).

Idealnya  pengambilan keputusan seperti itu, tetapi kini di era teknologi dan pesan instan merajalela kita semua kerap kali mencari jalan pintas. Emosi diri dan ego menguasai setiap jengkal pikiran, menutupi sebagan besar akal sehat. Kondisi ini terjadi di mana-mana, “bagaimana kita bisa menghindar?” bukan itu pertanyannya, sepertinya akan lebih tepat jika, “Hal apa yang mampu kita perbuat untuk mempertahankan kebaikan dalam kepungan keburukan?”

Jawabannya bermacam-macam, tetapi ada satu hal yang membuat kita selalu berfikir positif, bayangkan jika seandainya Nabi Muhammad SAW berada dalam posisi dalam suatu masalah yang sama seperti apa yang kita hadapai saat ini, apa ya yang kira-kira beliau lakukan? Asumsi kita tentu hal-hal yang tentu saja berbuah kebaikan.  Saya kira semua muslim sepakat dengan hal ini. Sesekali lakukan dan terapkan, insyaallah ketenangan berada dalam diri kita. Amin.

Perahu abnormal.

riverbank

 

Hari itu hari ke sekian dalam pengerjaan laporan skripsi. Pagi hingga sore diisi dengan perjalanan jauh menemui pembimbing di BATAN dan Lab Nuklir di PT. BIN. Ba’da Isya alhamdulillah sampai di rumah enggak lama kemudian gw menyegerakan diri buat rebahan, tidur.

Dalam tidur gw mengalami mimpi, sebelumnya gw belom pernah ngalamin mimpi senyata ini. Kondisinya gw lagi berada di dekat sebuah mercusuar besar dekat muara sungai selebar sungai Mahakam, Samarinda. Suasana sore hari sangat terasa teduh ditutupi awan, kelabu dan penuh kabut tipis. Lalu gw berjalan ke arah tepi sungai, sungai tersebut punya bantaran yang terbuat dari beton yang rapi. Sesaat gw memperhatikan ada sebuah perahu yang aneh sekali bentuknya, karena penasaran gw pun lari menusuri pinggiran sungai itu. Gw berlari cukup jauh tapi perahu itu semakin kecil dan menghilang. Akhirnya gw berhenti, masih di tepian sungai, gw menoleh kebelakang dan masih terlihat mercusuar, rupanya mercusuar itu besarnya melebihi gedung apapun yang pernah gw lihat. Tinggi dan sinarnya menembus kabut tipis itu, sorotannya menimbulkan efek berpendar yang indah.

Enggak lama kemudian gw terbangun, suara adzan menyambut. Lalu gw lekas mengambil wudhu dan pergi ke Mesjid Al-Mukhlisin. Dalam perjalanan ke mesjid gw masih berasa lelah, mimpi tersebut terasa sangat nyata.