Kalah.

Sebilah pedang terayun

Anginnya hampir saja menyayat telinga

Berikutnya pasti kena sasaran

Berdoa, sudah pasti

Berusaha, itu pilihan

Gemetar bukan lagi dirasakan

Terguncang sampai ke dada

Pedang tersebut kemudian menusuk

Dalam, hingga hancur usus duabelas jariku

Sakit, tentu saja

Mengucur semua darah dalam tubuh

Menjerit kematian

Satu detik bukan satu menit

Tapi otak sudah bukan pada tempatnya

Normal untuk kekalahan telak

Nafsu emosi benar-benar kejam

Kematian tak terelakkan

Hari buruh.

images (2)

International Worker’s Day – Labour Day – Hari Buruh, setiap tahun mereka memperjuangkan hak kesetaraan kepada pemerintah. Perjuangan ini mengambil porsi besar tentang buruh tidak tetap atau biasa disebut outsourching. Karyawan kontrak adalah sebutan lainnya, gw pernah mengalami pengalaman ini secara langsung selama tiga belas bulan. Sebab itu dengan jelas gw bisa membayangkan kenapa mereka ingin setara. Coba gunakan imajinasi buat bayangin ada satu orang karyawan tetap dan satu orang karyawan kontrak bekerja di perusahaan yang sama. Ada sebuah mesin pengolah logam dengan temperatur maksimum 2.000′ Celc. Mereka berdua bertugas sebagai operator mesin yang sama. Suatu hari terjadi kecelakaan saat bekerja, kebetulan kedua karyawan tersebut sama-sama mengalami kondisi luka bakar pada tangannya. Si karyawan tetap mendapatkan perawatan gratis secara penuh, si karyawan kontrak 75% ditanggung perusahaan. Poin gw adalah dengan resiko pekerjaan yang sama terdapat perlakuan pertanggungjawaban yang berbeda. Tidak perlu bahasan enggak berujung perihal perbedaan pembayaran upah perbulan yang semua orang sudah tahu jawabannya. Sangat jelas perjuangan itu pantas buat dilakukan, dan seharusnya pemerintah menjalankan perannya, yaitu membantu dengan mengeluarkan sebuah putusan yang menghasilkan win-win solution. Dengan begitu tidak perlu lagi adanya jalanan yang macet setiap tahun pada tanggal yang sama, gw agak khawatir klo terus-terusan begini sampe puluhan tahun, bakalan pasti kelompok masyarakat yang enggak empati bakalan ngetwit julukan sandingan: Hari Macet Nasional.