Jumat dan tentang awal kehancuran.

Minggu lalu tepat setelah psikotes gw melipir ke carrefour niatnya buat beli kebutuhan logistik yang kurang buat berangkat nanjak salak yang jadwalnya adalah bada magrib. Enggak disangka rame banget di kasir yang ngantri, padahal gw cuma beli beberapa barang. Setelah selesai bayar gw lihat jam udah 11.30, beruntung di bawah ada masjid yang menyelenggarakan sholat jumat jadi gw enggak perlu keluar dan cecarian mesjid (pasti jalanan macet banget).

Mau berbagi isi khotbah yang gw denger, soalnya bagus banget cara bawanya. Subhanallah Ustadnya, berasa lagi dengerin khutbah waktu di Daarut Tauhiid. Isi khutbahnya tentang salah satu surat favorit gw yaitu At Takaasur,

At-Takathur

Setelah mengucapkan salam dan pembacaan syahadat khutbah dimulai dengan membawakan ayat pertama

alhaakumuttakaatsur, keserakahan kamu akan dunia telah melalaikan kamu dari ketaatanmu kepada-Ku. (di jeda keheningan yang khusuk, kemudian diteruskan ke ayat berikut)

hattaazurtumulmaqaabir, hingga kalian tidak sadar bahwa jasad kalian sudah ada di dalam kubur.

(Kemudian Ustad memulai penjelasannya). Saudaraku, keserakahan itu bisa dimiliki oleh siapa saja, yang fakir harta hingga yang memiliki banyak harta. Keserakahan itu seperti pasir hidup, menelan apapun. (Pak Ustad kembali melanjutkan dengan sedikit contoh dalam keseharian) Sebagian dari kehidupan yang mungkin pernah kita ketahui misalnya, berhutang kepada orang lain dengan tanpa niat mengembalikan kembali urusan piutang tersebut, merasa bahwa harta yang dihutangi tersebut adalah haknya kemudian belum lagi akan diikuti dengan rasa acuh terhadap orang yang dihutanginya ujungnya adalah kehancuran. (Masuk kedalam contoh lain agar gambaran tema semakin jelas) Saat dijalan raya mengemudikan kendaraan dan merasa apapun yang menghalanginya membuatnya kesal, emosi, marah, keserakahan mengejar dunia telah menodai prilakunya. (Kemudian, masuk kedalam penjelasan akar permasalahan dan solusi) Sifat demikian timbul bukan tanpa sebab, dengan mengetahui keserakahan adalah sumber permasalahan akan lebih mudah bagi kita untuk berusaha menghilangkannya, bukan mengurangi tetapi menghilangkan.

(Kemudian dilanjutkan dengan mengingatkan bahwa Allah sudah menasehati kita) Karena bentuk keserakahan sangat berbahaya, Allah Yang Maha Pemurah menasehati kita semua

kallaasawfata’lamuun, janganlah begitu, berhentilah dan bertaubatlah kepada-Ku, karena sungguh engkau kelak akan mengetahui akibat perbuatanmu.

tsummakallaasawfata’lamuun, janganlah begitu, karena kamu akan benar-benar kembali kepada-Ku dan kelak kamu akan mengetahuinya.

kallaalawta’lamuuna’ilmaalyaqiin, janganlah begitu, karena kamu kelak akan melihatnya dengan yakin. Sebanyak tiga kali Allah dalam firman-Nya menasehati kita agar berhenti melakukan keserakahan.

(Pak Ustad masuk kembali penjelasan tema, agar lebih menerangkan maksudnya masuk kedalam perumpamaan lain) Saudaraku jika kita perhatikan, seekor serigala membutuhkan 1 – 2.5 Kg daging per hari, mereka berburu dalam kelompok, mengerti bagian masing-masing terlebih jika ada anggotanya yang sedang merawat anak serigala yang membutuhkan jatah daging lebih, tidak ada keserakahan untuk menimbun daging. Mereka hidup sehat dan yakin bahwa Allah pasti menjamin rezeki mereka esok hari.

(Perumpamaan lain) Dalam suatu riwayat ada suatu tumpukan emas setinggi gunung, emas tersebut tidak akan pernah habis jika setiap hari selama 100 tahun untuk dibelikan makanan untuk semua orang yang hidup di muka bumi. Jika seorang manusia diberikan satu tumpukan gunung tersebut, niscaya dengan keserakahan yang menyelimutinya ia akan berusaha melindungi mati-matian dan mencoba menggandakan jumlah tersebut.

(Masuk kembali kedalam Firman Allah)

latarawunnaljahiim, tsumma latarawunnahaa ‘aynalyaqiin, sesungguhnya kelak kamu akan Aku perlihatkan Neraka Jahiim, dan kamu akan melihatnya secara langsung agar kamu meyakini Neraka Jahiim itu bukan hanya sebuah peringatan.

tsumma latus-alunna yawma-idzin ‘aninna’iim, sesungguhnya pada hari itu, kamu akan ditanya tentang nikmat yang kamu banggakan kamu megah-megahkan di dunia.

(Bersama-sama berdoa kepada Allah agar dihindarkan dari sifat tersebut) Saudaraku, mari kita berdoa agar diberikan petunjuk oleh Allah untuk menghilangkan sifat serakah yang ada dalam diri kita, agar Allah beri kekuatan untuk melawan dengan gigih menolak sifat serakah jika sifat itu ingin kembali merasuki jiwa, agar Allah mengampuni dosa-dosa yang telah kita lakukan. Karena hanya Allah yang mampu mengabulkan doa kita, sesungguhnya tidak ada yang sanggup mengabulkan permintaan kita selain Allah. Tidak ada tuhan lain di alam semesta ini yang sanggup selain Engkau ya Allah. Ya Allah ya Ghofur ya Rahiim ya Malik ya Hayyu ya Qoyum, yang tidak berawal dan tidak berakhir, yang tidak diperanaakan maupun memperanakkan, Engkau Maha Pemilik Segala sesuatu, waktu, nyawa, dosa, pahala, surga, neraka, dunia, manusia, seluruh alam semesta dan segala isinya tunduk kepada Engkau, satu-satunya Maha Pencipta. Pemilik Hari Pembalasan, Kami memohon Ridho dan ampunan-Mu untuk memenuhi seruan-Mu. Berikan kami petunjuk seperti Engkau memberikan petunjuk umat-umat yang Engkau Berikan Rahmat, bukan jalan umat-umat yang Engkau murkai. Amin.

– Semoga tulisan ini bermanfaat dan gw mohon maaf atas segala kesalahan yang gw tulis adalah murni kesalahan gw, yang benar datangnya hanya dari Allah SWT –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s