Kini mesjid semakin tidak aman.

Mengutip dari Elizabeth Preston seorang jurnalis, dalam National Geographic: digital cameras and internet has transform photography into a new way to communicate. Sebuah foto bisa menceritakan banyak hal, berbicara secara gamblang, sebuah bukti, sifatnya tidak terbantahkan dan menimbulkan sebuah keyakinan akan suatu kondisi. Berikut adalah sebuah foto yang ingin saya coba angkat.

PERHATIAN !!! DIMOHON KEWASPADAAN ATAS BARANG BAWAAN ANDA (TAS, LAPTOP, HANDPHONE, DLL) KAMI SARANKAN UNTUK MENARUH DI TEMPAT YANG MUDAH UNTUK DI AWASI (JANGAN MENARUH DI BELAKANG ANDA)

PERHATIAN !!!
DIMOHON KEWASPADAAN ATAS BARANG BAWAAN ANDA
(TAS, LAPTOP, HANDPHONE, DLL)
KAMI SARANKAN UNTUK MENARUH DI TEMPAT YANG MUDAH UNTUK DI AWASI (JANGAN MENARUH DI BELAKANG ANDA)

Masih segar dalam ingatan dari masa kecil hingga saat ini, perihal alas kaki yang kita tidak kita dapati keberadaannya setelah selesai menunaikan ibadah. Kemudian semakin sakit hati kita ketika kita sadari belakangan bahwa sepeda motor yang diparkir tidak jauh dari masjid ternyata hilang. Tempat kejadian perkara kasus tersebut masih berada di lingkungan mesjid, tepatnya di luar mesjid. 

Pencuri semakin tidak beriman, kondisi semakin parah. Merambah hingga ke dalam masjid. Kotak amal yang dulu aman, sekarang jadi incaran. Sangat mengerikan jika mengingat di dalam masjid ada tugu peringatan yang menyarankan untuk terus memperhatikan barang bawaan kita. Peringatan seperti itu timbul pasti ada alasannya, yaitu sudah sering terjadi kehilangan di tempat tersebut.

Menjaga hak kita adalah suatu kewajiban. Mungkin tempat teraman adalah tempat penitipan barang karena ada penjaganya. Tetapi tidak di semua masjid ada tempat penitipan sepatu dan barang. Misalkan saja kita membawa laptop, biasanya laptop ditolak oleh penitipan barang karena terlalu beresiko atau kita yang kurang merasa aman meletakkan laptop di tempat tersebut. Karenanya kita ikut sertakan laptop ke dalam masjid. Selain harganya yang mahal, laptop bagi sebagian profesi sangat penting. Banyak data-data priceless yang tidak tergantikan yang belum sempat dipindahkan ke media lain. Dibayangi tugu peringatan kemudian terbayang acaman terhadap value laptop yang tinggi, merupakan alasan kuat untuk respon yang timbul yaitu rasa was-was yang sangat menganggu konsentrasi beribadah.

Ikhtiar untuk menjaga barang itu perlu. Bisa dibayangkan jika kita tanpa ikhtiar (cuek saja) dan kemudian berdoa agar Allah menjaga barang bawaannya, kemudian kita dapati barang bawaan kita hilang, dalam lubuk hati pasti kecewa sekali dan menyesal karena belum maksimal dalam menjaga barang bawaan, itu adalah sebuah pembelajaran pahit bahwa kita harus berusaha terlebih dahulu dan hal tersebut kemungkinan besar bukan sebuah cobaan. Lain hal jika kita sudah letakkan di penitipan barang atau di tempat yang mudah diawasi terlebih dahulu kemudian berdoa agar Allah menjaga barang tersebut, kalaupun hilang itu adalah cobaan yang Allah berikan agar kita memperbaiki diri (misal menjadi lebih sabar) dan sudah pasti atas izin Allah akan diganti dengan sebuah barang yang lebih baik. insyaAllah.

Saya mencoba menceritakan cara pandang saya dalam tulisan mengenai kondisi yang terjadi saat ini. Mobilitas yang tinggi menuntut kita untuk berpindah-pindah masjid saat sudah masuk waktu sholat. Mengingat ancaman yang kita hadapi, menurut saya solusi terbaik adalah dari diri kita sendiri yang harus lebih waspada terhadap barang bawaan saat di dalam masjid. Jika membawa kendaraan seperti sepeda motor dipasangi kunci ganda, jika mobil selalu pasang kunci setir dan alarm tambahan. Semoga pelaku kejahatan yang menggangu ketentraman beribadah Allah berikan hidayah dan kembali ke jalan yang lurus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s