Pintu-pintu lucu.

Sejak kecil gw seneng main layangan,Β ngejar2 pesawat apapun yang lewat di atas kepala sambil teriak2. Di kelas kesenian di tengah praktikum kadang rame2 berkompetisi siapa yg paling jago bikin “kapal2an kertas”. Dewasa nnt jadi pilot itu pasti seru.
Jalur tujuan pilot ketutup Tuhan punya kehendak lain, indra pengelihatan gw enggak normal tepatnya miopi. Syarat jadi pilot itu gak boleh berkacamata. Kemudian banting setir gw memilih jalan engineer seperti bokap. Lulus SMP gw masuk ke SMK 26 jurusan mesin produksi. Bersekolah di sana banyak melahirkan cita-cita baru salah satunya yg paling kuat itu pergi bekerja di Jepang. Giat mengasah ilmu permesinan, begitu lulus ada lagi lho syarat mata sehat untuk ke Jepang, Tuhan rupanya punya rencana lain. Minim keluhan banyak bertindak itu rumus menjalani proses kehidupan yg lucu ini. Kerja setaun dl sebelom memantapkan hati untuk langkah berikutnya. Mental sudah siap buat nentuin next step, gw harus lanjut kuliah. Ambil jurusan bioteknologi, belajar apa aja lakuin sebanyak-banyaknya kesalahan, jadiin rasa penasaran jd guide perjalanan di sini. Lulus. Bekerja, di litbangkes Gedung Penelitian Penyakit Inveksi, lab Immunologi. Jalur berikutnya insyaallah mau buka Pabrik Garam terbesar di Asia Tenggara.

Melankolis.

Siluet seseorang sekelebat menembus celah kecil retakan tembok

Langkahnya tidak lambat maupun terlalu cepat

Ia kemudian mendengar satu grup pengemis jenaka bertukar tawa

Sesuai dugaan, jenaka kini tak lagi menarik baginya

Lalu duduk di atas gundakan tatapannya kosong

Tekanan sandarannya menimbulkan decit kayu lapuk

Lahir sebuah retakan kemudian patah

Orang tadi tersungkur

Ia sedikit terkejut kemudian sadar

Bukan waktu yang tepat untuk berbaring

Lebih suka memilih bangkit daripada mati

Lebih baik menangis daripada harus membuat orang lain menangisinya

Ia berdiri

Kemudian tanpa peringatan hujan turun langsung deras

Begitu juga air matanya, ikut mengalir bersama air hujan masuk selokan