Menapaktilasi jalur Paguci tertinggi, Cikuray.

Cikuray merupakan satu gundukan bebatuan besar yang julangannya setinggi tumpukan 21 monas. Terletak di Garut, kalau dari terminal guntur sekitar 2 jam naik mobil bak, tapi kemarin itu dengan tambahan 3/4 jam lagi karena sempet ambyar ban belakangnya.
Maklum sob pickup biasanya cuma ngangkut sayuran. Mungkin kaget kali ngangkut orang-orang dengan otot paha sekeras batu kali dengan barang bawaan seberat satu karung gula pasir.

Keambyaran sistem rem pickup menyebabkan tersendatnya perjalanan.

Keambyaran sistem rem pickup menyebabkan tersendatnya perjalanan.

Akan lebih bijak sepertinya jikalau dari awal nih ceritanya. Jumat malam waktu itu 23 Mei 2014, di kantor gw terjadi kehebohan pekerjaan, tingkat kerumitannya setara dengan kubus 12 warna. Malam itu meninggalkan kantor dengan enggan dan merasa bersalah. Berpamitan kemudian cabut.

Motor meluncur cepat berangkat menuju Kp Rambutan, kondisi cuaca – hujan. Info penting yang gw tau adalah bakal bercengkrama kembali  dengan dua penjajal keterjalan Linggarjati, Hendra dan Tugik, ngegerombol lagi bro. Chapter ini bisa juga disebut All hikers are brother  bener aja gak lama ketemu sama Sarah dan Basica di depan masjid, kemudian bang Danang dan Bang Chito serta Reni di Indomart. Jabat tangan sambil gendong carrier, upacara sederhana itu bagai ijab qobul persaudaraan, sah terikat sedarah. Udah malem jadi langsung nemplok di bus Jakarta – Garut (23.00).
Kondisi gw di bus udah mirip zombie, ngantuk parah, kurang tidur tapi gak bisa merem karena belom makan. Popmie dengan harga setara dua kantong nasi uduk menyelamatkan lambung agar ia gak mencerna jaringannya sendiri. Gw tidur sepanjang perjalanan, bercermin dan selfie genjutsu – – iya betul gw adalah pembaca setia Naruto yang komiknya makin kesini makin gak mencerminkan ninja melainkan penuh tenaga dalam sekelas kekuatan super saiyanya Akira Toriyama, lo kenal kaguya musuh barunya itu dewanya chakra kekuatannya setara Voldemort.

Kelelapan tidur gw kala itu membawa tubuh ini ke alam ghoib oro-oro ombo, Ungu dan sangat indah lengkap dengan bidadari dan binatang lucu yang melompat-lompat ceria. Belum sempat meneguk air jernih kumbolo – gedebukan bus karena menginjak lubang membuat hancur koneksi antara alam nyata dengan alam mimpi, putus sambung ganti cerita – saking banyaknya chapter mimpi berefek kurangnya ingatan mengenai alur dan tokoh yang gw alami.

Jam 03:00 dini hari sampailah kami di depan stasiun guntur. Bertemu kawan baru lagi, seorang pendaki dari Bandung, doi naik motor, namanya Imam. Celananya robek-robek, kirain abis jatoh karena ngantuk tapi gak ada luka sedikitpun, kemungkinan kedua adalah bawa motornya capai level kecepatan cahaya.

Sebelum berangkat kami sempatkan beli dulu sarapan di warung, nasi kuning sob. Lalu melenggang kearah pick up kemudian cabut – kejadian selanjutnya karam di tengah jalan akibat malfungsi sistem rem yang ambyar tadi.

Karena lama nunggu pick up jemputan baru, beberapa dari kami sarapan duluan. Ada yang cecarian ATM, dan berbagai atraksi lain sebelum kehabisan gaya dan ide karena udara lumayan dingin, gerak terus.

Usai sudah penantian, perjalanan sampai ke pos pemancar Cikurai total makan waktu 2.5 jam plus mogok tadi. Hampir sampai tujuan tapi kayaknya itu mesin pickup udah bekarat, di tanjakan uhuy sekitar seratus meter sebelom pos, dia mogok. Kaki-kaki kami yang udah gemes melangkah segera turun ke wilayah bumi yang berkontur jengkang – miring ke atas. Segera setelah mendapati hilangnya beban berat yang gelatung di bak, itu pickup ngacir asepnya putih ngebul.

(to be continue ya bro teraweh dulu)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s