Googling map to surga ternyata masih jauh perjalanannya..

“Tidak akan bergeser sepasang kaki seorang hamba pada hari kiamat, sebelum ia ditanya empat perkara: bagaimana umurnya ia habiskan, bagaimana waktu muda ia gunakan, bagaimana harta bendanya didapatkan dan dibelanjakan, dan apa yang telah ia kerjakan dengan ilmunya”

Jika belum mampu bersaing dengan para shalihin dalam ibadahnya berlombalah dengan para pendosa dalam istigfar nya

#istigfaršŸ˜¢šŸ™ – at Century Bay Private Residences

View on Path

Advertisements

Renungan.

satu pohon dapat membuat jutaan korek api

tapi satu korek api dapat membakar jutaan pohon

jadi satu pikiran negatif dapat membakar jutaan pikiran positif

korek api memiliki kepala tapi tidak memiliki otak, karena itu ada gesekan sedikit langsung terbakar

kita manusia punya kepala dan punya otak jadi gak perlu terpancing Ā emosi ya saat ada gesekan

selama hidup banyak spesies burung yg makan serangga

waktu mereka mati, serangga berbuka puasa bermenu burung dengan lahap

jangan merendahkan siapapun, kita hidup setara kok, cuma Tuhan yang Maha Tinggi

kita mungkin berkuasa tapi sebetulnya waktu lebih berkuasa

waktu badan sedang bugar biar gendong carrier isi aer segalon bisa sehari semalam gak berenti sampe Puncak Ciremai

waktu sedang sakit, kita baru tahu kalau sehat itu jauh lebih penting dari harta

ketika tua kita akan sadar bahwa banyak hal yang belum dilakukan

ketika menjelang ajal, kita baru tahu kalau banyak waktu yang terbuang sia-sia

hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA

saling bantu, saling bahu, hiduplah tanpa pamrih, saling dukung.

BE GOOD, but never waste your time to prove it.

Do the best

Be the best

for the best

hidup sekali lakukan yang terbaik. šŸ‘ŒšŸ‘Œ

Have a nice day.

” swoosh… swoosh.. swossh.. ” decit suara kemonceng dalam gerak lambat ketika mengarap debu-debu, sarang gonggo, dan kotoran cicak kering.

Blog ini mulai karatan karena ga pernah ditengokin. Maaf ya blog! dan juga kalian semua media sosial path, twitter, facebook, alm.friendster. Bertapa sampai lupa, bahkan gw mulai berniat inginĀ bertanya pada bapak untuk apa kita berlapar-lapar puasa, padahal lapar itu relatif lebih mudah menahannya, berbeda dengan dahaga dan emosi. Contoh kasusnya adalah gw akan tanpa pikir panjang melempar granat ke sekumpulan titik kemacetan di sepanjang jalan saat berkendara dengan roda dua melewati kepadatan lalu-lintas kalimalang ketika rush hour di hari jumat.

Oke selamat sore, selamat berpuasa, dan selamat bekerja pada jam-jam rawan dimana belek bertransformasi menjadi power glue, kelopak boleh tertutup tapi jangan terlalu dalam ya nanti kelewatan lho adzan magribnya!

Tulisan “detergen” ini gw cukupkan disini dengan 137 kata.

Dalam kebisuan.

Ungkapkan perasaan dalam percakapan sunyi, mungkin terdengar bodoh. Tapi jika sebuah ikatan sama kuat boleh jadi rasa itu tersampaikan – dan ungkapan falling in love is easy, but staying in love is very special, gak tertutup kemungkinan terkabulnya doa selama ini.
G.O.O.D.N.I.G.H.T

View on Path

Menapaktilasi jalur Paguci tertinggi, Cikuray.

Cikuray merupakan satu gundukan bebatuan besar yang julangannya setinggi tumpukan 21 monas. Terletak di Garut, kalau dari terminal guntur sekitar 2 jam naik mobil bak, tapi kemarin itu dengan tambahan 3/4 jam lagi karena sempet ambyar ban belakangnya.
Maklum sob pickup biasanya cuma ngangkut sayuran. Mungkin kaget kali ngangkut orang-orang dengan otot paha sekeras batu kali dengan barang bawaan seberat satu karung gula pasir.

Keambyaran sistem rem pickup menyebabkan tersendatnya perjalanan.

Keambyaran sistem rem pickup menyebabkan tersendatnya perjalanan.

Akan lebih bijak sepertinya jikalau dari awal nih ceritanya. Jumat malam waktu itu 23 Mei 2014, di kantor gw terjadi kehebohan pekerjaan, tingkat kerumitannya setara dengan kubus 12 warna. Malam itu meninggalkan kantor dengan enggan dan merasa bersalah. Berpamitan kemudian cabut.

Motor meluncur cepat berangkat menuju Kp Rambutan, kondisi cuaca – hujan. Info penting yang gw tau adalah bakal bercengkrama kembali Ā dengan dua penjajal keterjalan Linggarjati, Hendra dan Tugik, ngegerombol lagi bro. Chapter ini bisa juga disebutĀ All hikers are brotherĀ Ā bener aja gak lama ketemu sama Sarah dan Basica di depan masjid, kemudian bang Danang dan Bang Chito serta Reni di Indomart. Jabat tangan sambil gendong carrier, upacara sederhana itu bagai ijab qobul persaudaraan, sah terikat sedarah. Udah malem jadi langsung nemplok di bus Jakarta – Garut (23.00).
Kondisi gw di bus udah mirip zombie, ngantuk parah, kurang tidur tapi gak bisa merem karena belom makan. Popmie dengan harga setara dua kantong nasi uduk menyelamatkan lambung agar ia gak mencerna jaringannya sendiri. Gw tidur sepanjang perjalanan, bercermin dan selfieĀ genjutsu – – iya betul gw adalah pembaca setia Naruto yang komiknya makin kesini makin gak mencerminkan ninja melainkan penuh tenaga dalam sekelas kekuatan super saiyanya Akira Toriyama, lo kenal kaguya musuh barunya itu dewanya chakra kekuatannya setara Voldemort.

Kelelapan tidur gw kala itu membawa tubuh ini ke alam ghoib oro-oro ombo, Ungu dan sangat indah lengkap dengan bidadari dan binatang lucu yang melompat-lompat ceria. Belum sempat meneguk air jernih kumbolo – gedebukan bus karena menginjak lubang membuat hancur koneksi antara alam nyata dengan alam mimpi, putus sambung ganti cerita – saking banyaknya chapter mimpi berefek kurangnya ingatan mengenai alur dan tokoh yang gw alami.

Jam 03:00 dini hari sampailah kami di depan stasiun guntur. Bertemu kawan baru lagi, seorang pendaki dari Bandung, doi naik motor, namanya Imam. Celananya robek-robek, kirain abis jatoh karena ngantuk tapi gak ada luka sedikitpun, kemungkinan kedua adalah bawa motornya capaiĀ level kecepatan cahaya.

Sebelum berangkat kami sempatkan beli dulu sarapan di warung, nasi kuning sob. Lalu melenggang kearah pick up kemudian cabut – kejadian selanjutnya karam di tengah jalan akibat malfungsi sistem rem yang ambyar tadi.

Karena lama nunggu pick up jemputan baru, beberapa dari kami sarapan duluan. Ada yang cecarian ATM, dan berbagai atraksi lain sebelum kehabisan gaya dan ide karena udara lumayan dingin, gerak terus.

Usai sudah penantian, perjalanan sampai ke pos pemancar Cikurai total makan waktu 2.5 jam plus mogok tadi. Hampir sampai tujuan tapi kayaknya itu mesin pickup udah bekarat, di tanjakan uhuy sekitar seratus meter sebelom pos, dia mogok. Kaki-kaki kami yang udah gemes melangkah segera turun ke wilayah bumi yang berkontur jengkang – miring ke atas. Segera setelah mendapati hilangnya beban berat yang gelatung di bak, itu pickup ngacir asepnya putih ngebul.

(to be continue ya bro teraweh dulu)